Deskripsi Pekerjaan
Apakah Anda seorang profesional keamanan siber yang bersemangat dan siap untuk tantangan berikutnya? PT CyberShield Indonesia adalah perusahaan konsultan keamanan siber terkemuka di Asia Tenggara, yang melindungi perusahaan-perusahaan Fortune 500 dan institusi pemerintah.
Kami mencari seorang Analis Keamanan Sistem Informasi (SOC Analyst) yang dinamis untuk bergabung dengan tim Security Operations Center (SOC) kami yang berkinerja tinggi di Jakarta. Anda akan berada di garis depan pertahanan siber Indonesia, memantau, menganalisis, dan merespons insiden keamanan secara real-time. Ini adalah kesempatan emas untuk mengembangkan keahlian Anda di lingkungan yang didukung oleh teknologi mutakhir dan mentor terbaik di industri.
Jika Anda memiliki hasrat untuk hacking, analisis malware, dan deteksi ancaman, inilah tempat Anda bersinar. Bergabunglah dengan kami dan jadilah pahlawan tanpa jubah yang menjaga keamanan data nasional!
Tanggung Jawab
- Memantau dan menganalisis alert keamanan dari SIEM, IDS/IPS, dan endpoint detection tools (contoh: Splunk, QRadar, Wazuh).
- Melakukan triase dan investigasi awal terhadap insiden keamanan siber yang terdeteksi.
- Menyusun laporan analisis forensik digital dan timeline insiden secara detail dan akurat.
- Berkolaborasi dengan tim IT dan Engineering untuk melakukan remediasi dan pencegahan ancaman.
- Melakukan threat hunting secara proaktif untuk mengidentifikasi indikator kompromi (IoC) yang belum terdeteksi.
- Membantu pengembangan dan pemeliharaan playbook respons insiden serta prosedur operasional standar (SOP).
- Melakukan pengelolaan dan pengembangan use case deteksi ancaman pada platform SIEM.
- Mengikuti perkembangan tren ancaman siber global dan merekomendasikan peningkatan postur keamanan.
Kualifikasi
- Pendidikan minimal S1 di bidang Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Sistem Informasi, atau bidang terkait.
- Pengalaman minimal 2-4 tahun sebagai SOC Analyst, Security Analyst, atau peran serupa di lingkungan IT Enterprise.
- Memiliki pemahaman mendalam tentang berbagai teknologi keamanan (Firewall, IDS/IPS, EDR, SIEM, DLP).
- Menguasai konsep jaringan komputer (TCP/IP, OSI Layer, routing switching) dan sistem operasi (Linux/Windows).
- Memiliki kemampuan scripting menggunakan Python, Bash, atau PowerShell untuk otomatisasi tugas.
- Memiliki sertifikasi keamanan yang diakui (CISSP, CEH, CompTIA Security+, GCIA, atau GCIH) merupakan nilai tambah yang signifikan.
- Memiliki kemampuan analitis yang kuat, detail-oriented, dan mampu bekerja dalam tekanan saat menangani insiden kritis.
- Komunikasi verbal dan tulisan yang sangat baik dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris (teknis).